Cara Mengolah Bayam (yang benar)

June 14, 2011
Bookmark and Share

Berhubung anak udah 3, tapi kok ya sedih yaa…baru tahu mengenai perihal sayur bayam ini saat punya Malik. Hadeuh…dulu-dulu kemana aja Shar ihiiiks. Nah jadinya di sini aku mau sharing ya bagaimana cara mengolah sayur bayam dengan benar supaya kandungan gizinya masih diperoleh secara optimal. Sebenarnya dulu juga gak salah-salah amat sih….karena memang kalau menyiapkan makanan untuk Kalila dan Nawal biasanya hanya untuk 1 kali makan saja….pantes dari dulu yang namanya sayur bening emang gak pernah dipanasin sih…. kata ibuku gak boleh, ealah ternyata ada penjelasan ilmiahnya.

Kenapa??? Nah, berikut ini ya alasannya…

1. Bayam mengandung zat besi yang berupa Fe2+ (ferro). Kalau dia terlalu lama kontak dengan O2 (oksigen dari udara), Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Meski sama-sama zat besi, yang berguna bagi kita adalah ferro. Sedangkan ferri bersifat toxid pada bayam. Jadi, kalau bayam dipanasi, akan terjadi oksidasi tersebut.

2. Jangan pernah mengonsumsi bayam yang sudah dimasak lebih dari 5 jam. Karena, selain mengandung zat yg disebutkan tadi itu, bayam juga mengandung zat Nitrat (NO3). Jika teroksidasi oleh udara, maka akan menjadi NO2 (nitrit). Nitrit adalah senyawa yang tidak berwarna, tidak berbau, dan bersifat racun bagi tubuh manusia.

3. Jangan menyimpan bayam terlalu lama di lemari pendingin (kulkas), karena menurut John S Wishnok, bayam segar yang baru dicabut dari persemaiannya saja telah mengandung senyawa nitrit kira-kira sebanyak 5 mg/kg. Bila bayam disimpan di lemari es selama 2 minggu, kadar nitrit akan meningkat sampai 300 mg/kg. Dengan kata lain, dalam 1 hari penyimpanan, senyawa nitrit akan meningkat 21 mg/kg (7%). Fiuuuh *lap keringet*

Efek toksik (meracuni tubuh) yang ditimbulkan oleh Nitrit bermula dari reaksi oksidasi Nitrit dengan zat besi dalam sel darah merah, tepatnya di dalam Hemoglobin (Hb). Telah kita ketahui bahwa salah satu tugas hemoglobin adalah mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh organ tubuh. Ikatan nitrit dengan hemoglobin, disebut Methemoglobin, mengakibatkan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methemoglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, maka akan terjadi keadaan yang disebut Sianosis, yaitu suatu keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen. Jika hal ini terjadi pada bayi dikenal dengan nama “Blue Baby”. Efek toksik lainnya adalah kemampuan nitrit bereaksi dengan amino sekunder sehingga dapat membentuk senyawa yang dapat menyebabkan kanker.

4. Tidak menggunakan panci saat mengolah sayur bayam karena dapat bereaksi dengan zat besi yang ada di bayam sehingga akan bersifat toksik/racun.

Jadi tips singkat mengolah bayam adalah sbb:
1. usakahan selalu untuk menggunakan bayam segar,
2. buatlah porsi makanan untuk 1 kali makan dan
3. masak menggunakan wadah keramik atau teflon (jangan menggunakan wadah aluminium).

Nah mudah-mudahan dengan mengetahui cara mengolah bayam dengan baik bisa membuat kita memperoleh manfaat maksimal dari kandungan gizinya terutama untuk anak-anak kita. Karena bayam adalah sayuran sederhana yang mudah diperoleh, murah dan kaya kandungan gizinya, orang bilang….bayam adalah Rajanya Sayuran….alias King of Vegetable.

Selamat mengkonsumsi dan mengolah bayam (dengan benar) :-)

sumber:
resep-balita.blogspot.com
kbwa.akprind.ac.id

Add Comment Register



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Cari Artikel

 

Komentar Terbaru